Selain Wuling, Satu Lagi Mobil Merek Tiongkok Semarakkan Pasar Otomotif Nasional

Tanggal : Kamis, 10 Agustus 2017 - 23:30 WIB
Penulis : Iwan RS


Selain Wuling, Satu Lagi Mobil Merek Tiongkok Semarakkan Pasar Otomotif Nasional

MOBITEKNO - Selain SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dengan mobil low MPV Confero S, ada satu lagi produsen asal Tiongkok yang siap meramaikan pasar otomotif nasional. Produsen tersebut adalah DFSK atau DongFeng Sokon.

Setelah sempat memperkenalkan diri di ajang Pekan Raya Jakarta 2017 bulan Juli lalu, DFSK kembali berpartisipasi di ajang otomotif skala internasional Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang resmi digelar hari ini (10/8/2017) di ICE, BSD City, Tangerang, Banten.

Berbeda dengan Wuling yang memilih masuk perdana di segmen mobil penumpang, DFSK menyasar segmen mini pickup (pikap mini) yang saat ini sudah diisi produsen Mitsubishi, Daihatsu, dan Tata Motors. Produk mini pickup tersebut adalah Super Cab yang hadir dalam dua varian (1.500 cc bensin dan 1.300 turbo diesel).

Setelah pickup Super Cab, DSFK juga langsung 'tancap gas' tahun depan untuk memasuki pasar mobil penumpang nasional . Mobil penumpang yang diandalkannya adalah jenis medium SUV yang dinamakan Glory 580.

Di negara asalnya sendiri DFSK juga dikenal sebagai produsen mobil jenis SUV, MPV, dan berbagai jenis mini commercial vehicle lainnya. Sejauh ini, DFSK sudah memproduksi mobil hingga 3 juta unit dan telah diekspor ke lebih dari 70 negara Eropa, Amerika Latin, dan Asia.

Frans Wang, Wakil GM DFSK saat  memperkenalkan dua produk DFSK ini di ajang GIIAS 2017, ICE, BSD City, hari ini (10/8/2017) berkata, "Produk perdana DFSK yang dihadirkan adalah produk yang memang di desain khusus untuk pasar Indonesia." 

Untuk membuktikan keseriusannya berkiprah di industri otomotif Indonesia, DFSK telah berinvestasi dan menggandeng perusahaan lokal Kaisar Motorindo Industri untuk mendirikan perusahaan joint venture di Indonesia,  yakni PT. Sokonindo Automobile.

Keduanya bahkan sudah menyiapkan anggaran US$ 100 juta untuk membangun pabrik perakitan di Modern Cikande Industrial Estate, Banten. Rencananya, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 50 ribu unit per tahun. Basis produksinya di Indonesia nantinya juga akan dipasarkan bukan hanya di Tanak Air melainkan juga diekspor ke negara-negara tetangga ASEAN.