Gunakan AI (Artificial Inteligence) dan Deep Learning, Lyke Luncurkan Fitur Image Search

Tanggal : Jumat, 11 Agustus 2017 - 17:00 WIB
Penulis : Karyo
Editor : Desmal Andi


Gunakan AI (Artificial Inteligence) dan Deep Learning, Lyke Luncurkan Fitur Image Search

MOBITEKNO - Industri E-commerce yang sejak awalnya telah didukung oleh inovasi teknologi, kini perjalanannya terus didukung pula oleh perkembangan teknologi terbaru yang terus berkembang sampai saat ini.

Para Calon pembeli atau konsumen e-commerce khususnya produk fashion, kini dimudahkan lagi dengan  hadirnya Fitur Lyke Image Search. Suatu  fitur pencarian yang mirip dengan google search, namun khusus untuk produk fashion.

Kalau sebelumnya konsumen bila mau mencari produk belanjanya dengan cara mengetik nama produk, kini dengan Image Search, konsumen cukup mengunggah foto  suatu produk fashion khususnya ke aplikasi Lyke, maka hanya dengan hitungan beberapa detik saja beragam pilihan produk yang sejenis dan hampir sama dengan foto yang diunggah akan muncul dengan berbagai informasi harga dan berbagai pilihannya.

LYKE, sebagai inovator teknologi untuk platform fashion dan kecantikan,  menghadirkan fitur barunya tersebut dengan menggunakan teknology AI (Artificial Intelligence) yang didukung oleh mesin pembelajaran Deep Learning.  Dengan memanfaatkan teknologi AI yang telah diimplementasikan pada aplikasi LYKE tersebut, hal itu  akan menjawab kebutuhan para konsumen yang ingin merealisasikan inspirasi mereka terhadap  produk fashion dan kecantikan hanya dengan satu ketukan pada smartphone mereka.

Teknology AI dan Deep Learning yang digunakan pada fitur Lyke Image Search, adalah merupakan aplikasi dari komputasi kognitif, dimana dengan teknologi ini perangkat dapat mengidentifikasi, membaca dan menganalisa suatu gambar atau foto yang diunggah ke aplikasi tersebut. Kalau foto yang diunggah misalnya foto orang yang menggunakan suatu pakain, assesoris atau lainnya, maka mesin tersebut akan membaca dan mengidentifikasi data dalam foto tersebut.

Bisa dibaca dari segi modelnya, corak atau warnanya, jenis pakaiannya dan detil lainnya. Kemudian mesin tersebut akan mencari data-data atau informasi yang sesuai ke dalam ‘pusat data’ dan informasi yang tersedia yang berkaitan dengan data yang terbaca tersebut.  Hasilnya, jika data yang terbaca tentang corak baju kotak=kotak misalnya, maka akan muncul berbagai baju dan model baju yang bermotif kotak-kotak dari berbagai merek dan bahan yang ada, berikut dengan harga-harganya.

Menurut Ardy Satria – CTO LYKE Indonesia, kedepannya informasi dan data yang ada pada data center akan terus ditambah dan dilengkapi, sehingga mesin pembelajaran yang digunakan dalam aplikasi tersebut dapat lebih banyak memberikan analisa dan rekomendasi yang lebih banyak.

Sehingga dengan teknology yang digunakan pada aplikasi Lyke Image Search ini, calon pembeli dapat membandingkan dan memilih produk yang sesuai dengan keinginan baik  model maupun harganya.

Dalam aplikasi Lyke Image Search  tersebut, dilengkapi juga dengan Inovasi lain yang saat ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna Lyke , yaitu  fitur personalisasi tampilan di halaman depan aplikasi tersebut.. Tersedia tiga kategori yang bisa dipilih sesuai selera, yaitu Premium, Affordable dan Pretty Cheap. Fitur personalisasi ini bisa dimanfaatkan untuk pengguna yang hanya ingin mendapatkan produk kelas tertentu, misalnya premium dan enggan untuk melihat pilihan produk di luar dari kategori tersebut. Sehingga nanti yang muncul adalah produk-produk pilihan yang sesuasi dengan kategori tersebut.

Aplikasi yang memanfaatkan teknologi AI dan deep learning tersebut, mampu melakukan automatic object recognition hanya dalam waktu 10 detik, gambar yang diunggah oleh pengguna selanjutnya akan memberikan rekomendasi produk yang hampir serupa dengan yang diinginkan oleh pengguna. Bukan hanya untuk produk lokal, namun pencarian gambar tersebut juga bisa dilakukan untuk produk mancanegara.

Menurut Bastian Purrer, CEO LYKE, meski rekomendasi gambar tersebut tidak 100% sama, namun Lyke mampu memberikan rekomendasi produk  yang hampir mirip secara cepat dengan berbagai pilihan harga yang beragam.

Bastian juga menyadari bahwa terkadang konsumen menghadapi kesulitan untuk menemukan fesyen yang sesuai dengan inspirasi mereka, apalagi jika mereka tidak mengetahui nama spesifik dari  produk fesyen tersebut.

“Untuk itu, kami menciptakan fitur baru LYKE Image Search yang telah diimplementasikan pada aplikasi LYKE sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi para konsumen,” ujar Bastian saat peluncuran LYKE Image Search, di Jakarta, Rabu (9/08/2017).

LYKE saat ini bekerjasama erat dengan penyedia teknologi terkemuka di bidang teknologi pengenalan visual dan artificial intelligence dalam pengembangan fitur LYKE Image Search. Dengan fitur terbaru ini, konsumen hanya perlu untuk mengambil foto inspirasi fesyen yang diinginkan melalui fitur kamera pada aplikasi LYKE atau menarik gambar dari galeri foto yang tersimpan pada smartphone ke dalam fitur LYKE Image

Untuk lebih membrikan kemudahan pilihan bagi calon pembeli, Lyke saat ini telah memiliki 300 toko pilihan yang tersebar di Indonesia mengombinasikan inventori produk berjumlah lebih dari 150 ribu jenis produk yang dapat langsung dibeli melalui aplikasi Lyke. Beberapa e-commerce Indonesia yang inventorinya bisa diakses melalui aplikasi ini termasuk Berrybenka, MatahariMall.com, Blibli.com, Sociolla dan lainnnya.