Satu Dekade Eksis, Apple Buka Lembaran Baru untuk Dekade Berikutnya dengan iPhone X

Tanggal : Rabu, 13 September 2017 - 16:00 WIB
Penulis : Iwan RS




MOBITEKNO - Apple iPhone X (baca: iPhone Ten) akhirnya resmi hadir dalam acara peluncuran yang pertama kali digelar di Steve Jobs Theater, Cupertino, California (13/9/2017). iPhone X merupakan versi monumental karena menandai kehadiran smartphone iPhone satu dekade lalu sejak pertama kali diperkenalkan almarhum Steve Jobs pada 2007.

Apa nuansa spesial iPhone X dibandingkan semua lini iPhone yang sudah dirilis? Selain menjadi iPhone paling mahal (US$ 999), yang menonjol adalah layar OLED (pertama kali dipakai) yang menutup hampir semua sisi depan. Apple untuk pertama kalinya menghilangkan tombol touchscreen Home (Touch ID) dan menggantinya dengan fitur Face ID (teknologi 3D facial recognition).

Bagian layar tidak menutup semua sisi depan iPhone X karena Apple harus berkompromi untuk menempatkan delapan modul. Sebagian berfungsi untuk mendukung TrueDepth camera dan teknologi Face ID, seperti infrared camera, front camera, dot projector, dan flood illuminator.

Fitur Face ID diklaim Apple berfungsi lebih baik dan aman daripada sensor sidi jari (Touch ID). Selain itu, Face ID juga dapat berfungsi normal meski digunakan dalam kondisi gelap (minim cahaya). Menurut Apple, semua aplikasi yang bekerja pada Touch ID, misalnya Apple Pay, dijamin akan kompatibel dengan Face ID.

Apple iPhone X juga merupakan iPhone pertama berlayar OLED (5,8 inci, 1125 x 2436 pixel, 458 ppi). Layar yang disebut Apple sebagai Super Retina Display ini juga telah mendukung fitur 3D Touch, HDR display, Dolby Vision, HDR10, 1.000.000:1 contrast ratio, color accuracy, dan True Tone display.

Menariknya, panel layar Super Retina Display pada iPhone X ini juga dibuat Samsung. Meski dibuat oleh rivalnya, spesifikasi layarnya tidaklah sama dengan layar Samsung Galaxy S8 (1440 x 2960 pixel). Misalnya pada resolusi dan aspect ratio (AR). Layar iPhone X terlihat lebih langsing dari Galaxy S8 (19,5:9 vs 18,5:9) tapi memiliki kerapan yang lebih rendah ( 458 ppi vs 571 ppi).

Selain menatap wajah pengguna ke iPhone (kamera) untuk membuka layarnya (unlock), Apple juga menyematkan fitur ‘Tap to wake’ untuk mengaktifkan layar. Setelah men-tap layar, cukup geser (men-swipe) layar ke atas untuk membuka layar. Metode yang sama juga berlaku jika pengguna ingin berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya (multitasking).

Seperti iPhone 8 dan 8 Plus yang diluncurkan pagi tadi (13/9/2017), Apple X juga sama-sama diperkuat dengan chipset hexa-core A11 Bionic. Chip/prosesor ini diklaim lebih cepat dan lebih hemat daya dari chip A10 sebelumnya. Chip hexa-core 64 bit ini terdiri dari 2 performance core (25% lebih cepat dari A10) dan 4 high-efficiency core (70% lebih cepat dari A10).

Pada aplikasi yang mendukung multithreading, hadirnya controller baru generasi kedua pada A11 Bionic diklaim Apple bisa diproses hingga 70% lebih cepat. CPU tidak bekerja sendirian dalam menjalankan proses komputasi. Pasalnya, A11 Bionic juga didukung oleh berbagai modul, seperti GPU (2 high-core, 4 low-core), ISP, video decoder, dan modul sekuriti (security enclave).

Belakangan ini, desainer prosesor/chipset mobile mulai mengadopsi fungsi pengolahan berbagai workload/task berbasis AI dan machine learning. Sebut saja, seperti Huawei Kirin 970. Kini, Apple pun melakukan hal yang sama dengan chip A11 Bionic. Proses identifikasi wajah 3D pengguna yang seketika (instan) menjadi salah satu contoh proses komputasi data A11 yang cepat.

Bukan smartphone nomor wahid jika kamera iPhone X tidak membawa kemampuan fotografi yang juga spesial. Kamera utamanya meneruskan tren dual camera yang telah dirintis iPhone 7 Plus. Bedanya, orientasi (posisi kedua lensa) kamera tidak lagi mendatar (horizontal) seperti pada iPhone 7 Plus, tapi berorientasi portrait (vertikal) serta dileperkuat dengan sensor yang lebih besar dan cepat (fokusnya).

Kamera ganda (utama) yang diklaim dapat merekam video 4K ini terdiri dari lensa wide (12 MP, aperture f/1.8), dan lensa telephoto (12 MP, aperture f/2.4). Kedua lensanya didukung pula dengan fungsi OIS (Dual Optical Image Stabilization) dan quad-LED true tone flash.

Fitur-fitur baru iPhone X lain yang layak disebut adalah permukaan glass di bagian depan dan belakang, surgical stainless steel di semua sisi, tahan debu dan air (dust & water resistance), dukungan standar LTE Advanced, Bluetooth 5.0, dan teknologi charging nirkabel berbasis Qi wireless charging (disebut AirPower). Rencananya Apple akan menghadirkan pad (mat) charging khusus (AirPower pad) yang dapat men-charging iPhone dan perangkat lain, seperti iPad dan Apple Watch secara bersamaan.

Fitur baru yang tidak kalah menarik adalah hadirnya fitur emoji yang punya kemampuan animasi yang disebut Animoji. Selain bisa mengikuti mimik pengguna saat berbicara (karena dukungan 3D facial recognition), Animoji juga bisa digunakan sebagai pengganti pesan suara  yang menarik bagi sebagaina pengguna. Beberapa aplikasi, seperti Snapchat sudah mendukung fitur animoji tersebut.

Sudah pasti faktor spesial yang terakhir adalah harga iPhone X. Oleh karena iPhone X sangat historis dan collectible, harga yang dipatok Apple juga monumental, yaitu mulai US$ 999 (sekitar Rp 13 juta) untuk model dengan internal storage 64 GB. Harganya mungkin akan menjadi Rp 14-15 juta jika nanti hadir resmi di Indonesia. Berminat membelinya? Mulailah siapkan bujet dan menabung.